IIK NU TUBAN

Tips bagi para pendukung/pendamping persalinan

By Dwi Rukma Santi, SST., M.Kes

Kini tidak seperti di masa lalu, saat pria tak boleh menyaksikan persalinan pasangannya. Mereka dianggap sebagai gangguan yang mungkin dapat pingsan, dan kalaupun dibolehkan masuk, perannya hanya sebagai penonton saja. Sikap dan praktek para obstetrik di negara-negara maju telah banyak berubah selama beberapa dekade, dan kini pria dianggap sebagai bagian dari suatu persalinan. Kini semakin banyak pria yang menghadiri bimbingan antenatal dan turut hadir dalam ruang persalinan berbekal pengetahuan seperti halnya pasangannya. Mereka ingin hadir, bukan hanya untuk menyaksikan tapi juga turut berbagi pengalaman dan membantu sebisa mungkin. Dengan membolehkan ayah hadir dalam persalinan, maka hubungan ibu, ayah, dan bayi akan semakin kukuh.

Penelitian menunjukkan bahwa tidak ada yang lebih efektif dalam membantu seorang calon ibu untuk menghadapi persalinannya daripada dukungan yang baik dari bidan dan pasangan/teman maupun orang terdekat (orang tua) yang dipilihnya. Dukungan yang penuh kasih mengurangi kebutuhan ibu terhadap obat pereda nyeri dan campur tangan medis dalam persalinannya, dan ini akan meningkatkan kepuasannya terhadap pengalaman melahirkan sekaligus melahirkan bayi-bayi yang lebih kuat.

Hal-hal yang perlu disiapkan oleh pendukung kelahiran, antara lain :

  1. Minuman dan makanan kecil (untuk calon ibu dan pendukung kelahiran) à roti, kacang dan kismis, buah dan cokelat, air jeruk; hindari makanan yang berbau keras dan berasa tajam, yang dapat membuat calon ibu merasa mual.
  2. Es batu à ketika anda akan berangkat ke rumah sakit, masukkan es batu ke dalam termos es. Es sangat baik untuk diisap-isap calon ibu di antara waktu kontraksi. Pendamping/pendukung persalinan mungkin juga dapat menikmatinya.
  3. Kaos kaki dan selendang penghangat à terutama mendekati akhir tahap pertama persalinan, calon ibu mungkin merasa kedinginan dan menginginkan selendang hangat untuk dililitkan di lehernya atau kaos kaki untuk menghangatkan kakinya.
  4. Minyak yang tidak berpewangi à untuk memijit punggung atau bahu calon ibu.
  5. Busa kecil yang terbuat dari bahan alami à dapat direndam dalam air es untuk diisap-isap ibu selama tenggang waktu di antara kontraksi, atau anda dapat menggunakannya untuk mengelap wajahnya. Busa yang terbuat dari bahan alami mempunyai tekstur lebih menyenangkan daripada yang sintetik.
  6. Kain flanel yang lembut à untuk mengelap wajah, leher, dan tangan ibu.
  7. Kaset dan pemutarnya atau MP3 à sehingga anda dan calon ibu dapat mendengarkan musik untuk membantu relaksasi selama persalinan. (tanyakan dulu apakah anda boleh menggunakan listrik di ruangan tersebut untuk memutar kaset).
  8. Kamera dan film à buatlah banyak foto dan abadikan dalam video dari bayi yang baru lahir.
  9. Handphone à sehingga anda dapat menyebarkan kabar gembira kepada saudara dan teman-teman sesudah bayi lahir.

Semua tahu manfaat persalinan yang diperoleh yang diperoleh calon ibu dengan adanya pendamping, dan calon ibu disarankan ada yang mendampingi. Tidak harus ayah dari anak, bisa jadi ibu, kakak atau teman calon ibu. Siapapun pendamping calon ibu selama persalinan harus menyadari prosedur rutin rumah bersalin serta jenis persalinan yang calon ibu inginkan.

 

Referensi :

  1. Nolan, Mary. 2004. Kehamilan dan Melahirkan. Penerbit Arcan. Jakarta.
  2. Rose-Neil, W. 2004. Panduan Lengkap Perawatan Kehamilan. Dian Rakyat. Jakarta.
Tips bagi para pendukung/pendamping persalinan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top