Tuban, Senin (8 Juni 2026) — Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (IIK NU) Tuban bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Jurnal, Publikasi, dan Hak Kekayaan Intelektual (LPJPHKI) Universitas Airlangga Surabaya menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Publikasi Jurnal Terindeks Scopus dan Peningkatan Publikasi Ilmiah. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kampus C IIK NU Tuban ini diikuti oleh dosen dan sivitas akademika sebagai upaya meningkatkan kualitas publikasi ilmiah serta luaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Hadir dalam kegiatan tersebut Prof. Ferry Efendi dan Tahta Amrillah beserta tim dari LPJPHKI Universitas Airlangga Surabaya.
Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars IIK NU Tuban yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari pihak IIK NU Tuban dan LPJPHKI Universitas Airlangga.
Sambutan pertama disampaikan oleh Wakil Rektor I IIK NU Tuban, Moh. Ubaidillah Faqih, S.Kep., Ns., M.Kep., yang mewakili Rektor IIK NU Tuban karena pada waktu yang sama Rektor bersama Wakil Rektor II sedang menjalankan tugas institusi di Jakarta. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh tim LPJPHKI Universitas Airlangga serta apresiasi atas kesediaan hadir untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada dosen IIK NU Tuban. “Atas nama pimpinan IIK NU Tuban, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada LPJPHKI Universitas Airlangga yang telah berkenan hadir dan memberikan pendampingan kepada kami. Semoga kegiatan ini dapat membantu para dosen IIK NU Tuban untuk menghasilkan publikasi internasional terindeks Scopus sebagai salah satu bukti peningkatan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah,” ungkapnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof. Ferry Efendi yang menegaskan pentingnya penguatan budaya riset, publikasi ilmiah, dan pengembangan HKI di lingkungan perguruan tinggi. Menyambung apa yang telah disampaikan oleh Wakil Rektor I, beliau menekankan bahwa publikasi ilmiah bereputasi internasional merupakan salah satu indikator penting kemajuan institusi pendidikan tinggi sekaligus sarana untuk memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian masalah kesehatan di masyarakat.

Sebelum memasuki sesi inti, dilakukan penyerahan cinderamata dari LPJPHKI Universitas Airlangga kepada IIK NU Tuban sebagai simbol penghargaan dan penguatan kerja sama antara kedua institusi. Momen tersebut berlangsung hangat dan menjadi penanda komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dan pengembangan akademik.
Memasuki sesi inti, kegiatan sharing dan pendampingan diawali dengan pemaparan materi oleh Tahta Amrillah, S.Si., M.Sc., Ph.D. Materi yang disampaikan mencakup strategi publikasi pada jurnal bereputasi internasional, pemilihan jurnal yang sesuai dengan bidang keilmuan, teknik penyusunan artikel ilmiah yang berkualitas, hingga berbagai tantangan yang sering dihadapi penulis dalam proses publikasi.
Selanjutnya, Prof. Ferry Efendi, S.Kep., Ns., M.Sc., Ph.D. menyampaikan materi bertajuk “Menghasilkan Riset Berdampak di Era Transformasi Kecerdasan Buatan.” Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah mengubah cara ilmu pengetahuan diproduksi, divalidasi, dan disebarluaskan, sekaligus membuka peluang untuk mempercepat riset dan publikasi melalui penelusuran literatur, analisis data, inovasi, dan kolaborasi penelitian global. Namun demikian, beliau mengingatkan pentingnya menjaga integritas akademik di tengah pesatnya pemanfaatan AI, mengingat adanya risiko plagiarisme, referensi palsu, manipulasi data, persoalan etika publikasi, serta privasi data. Menurutnya, AI harus dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas riset, bukan menggantikan peran peneliti dalam berpikir kritis dan melakukan validasi ilmiah. Prof. Ferry juga menyoroti perkembangan regulasi publikasi internasional yang semakin menekankan transparansi penggunaan AI dalam penelitian dan penulisan artikel ilmiah sesuai rekomendasi Committee on Publication Ethics (COPE). Sebagai penutup, beliau menegaskan bahwa keberhasilan akademisi di era transformasi kecerdasan buatan tidak hanya diukur dari jumlah publikasi yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuan menghasilkan riset yang berdampak, memberikan solusi bagi masyarakat, serta berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan berbasis bukti.
Diskusi dan sesi sharing berlangsung sangat aktif. Para dosen antusias mengajukan pertanyaan, berdiskusi, serta berbagi pengalaman terkait penelitian, publikasi ilmiah, pengelolaan jurnal, dan pengembangan Hak Kekayaan Intelektual. Interaksi yang terjalin menunjukkan tingginya komitmen sivitas akademika IIK NU Tuban untuk terus meningkatkan kapasitas akademiknya.

Melalui kegiatan ini, IIK NU Tuban kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia dan produktivitas akademik dosen. Pendampingan yang diberikan oleh LPJPHKI Universitas Airlangga diharapkan mampu menjadi pemicu lahirnya lebih banyak publikasi ilmiah bereputasi internasional, karya inovatif, serta luaran Hak Kekayaan Intelektual yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Dengan semangat kolaborasi dan penguatan kapasitas akademik yang berkelanjutan, IIK NU Tuban optimistis dapat semakin aktif dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang penelitian, publikasi ilmiah internasional, dan pengembangan HKI. Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam mendukung visi IIK NU Tuban sebagai institusi pendidikan tinggi kesehatan yang unggul, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
