Surabaya, 4 Juni 2026 – Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (IIKNU) Tuban terus memperkuat pengembangan Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui kegiatan studi banding dan penjajakan kerja sama ke dua perguruan tinggi di Surabaya, yakni Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), pada Kamis (4/6/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis IIKNU Tuban dalam mematangkan fondasi akademik dan tata kelola Prodi K3, sekaligus memperluas jejaring kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri.
Rombongan IIKNU Tuban yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri atas Rektor, Wakil Rektor I, Dekan Fakultas Kesehatan, Kaprodi K3 serta Tim Penyusun Kurikulum. Kehadiran rombongan disambut langsung oleh jajaran pimpinan dari masing-masing institusi. Di ITATS, rombongan diterima oleh Rektor, Wakil Rektor I, Kepala Bagian Kerja Sama, tim kerja sama, serta Kepala Lembaga Pengembangan Institusi (LPI). Sementara di PPNS, sambutan diberikan oleh Direktur, Wakil Direktur, serta para dosen dari program studi terkait.
Dalam kunjungan ke ITATS, pembahasan difokuskan pada pengelolaan institusi dan penguatan tata kelola perguruan tinggi. Diskusi mencakup strategi pengembangan kurikulum, sistem penjaminan mutu, serta manajemen institusi yang adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan tinggi. IIKNU Tuban juga memperoleh berbagai praktik baik yang dapat dijadikan referensi dalam pengembangan Prodi K3 ke depan.

Sementara itu, di PPNS, fokus utama kegiatan adalah pengembangan pendidikan K3 serta pengelolaan program studi berbasis vokasi dan industri. Rombongan IIKNU Tuban mempelajari pengelolaan Program Studi D4 K3, D4 Pengolahan Limbah, serta S2 K3. Pembahasan meliputi penyusunan kurikulum berbasis kebutuhan industri, penguatan kompetensi lulusan, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri.
Rektor IIKNU Tuban menyampaikan bahwa kunjungan ke dua institusi tersebut merupakan bagian dari upaya serius dalam memastikan kesiapan Prodi K3 agar mampu bersaing dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, penguatan fondasi akademik tidak hanya dilakukan secara internal, tetapi juga melalui pembelajaran dari institusi yang telah lebih dahulu berkembang.

“Melalui studi banding ini, kami memperoleh banyak referensi dan praktik baik yang sangat penting dalam pengembangan Prodi K3 di IIKNU Tuban, baik dari sisi tata kelola maupun penguatan kurikulum,” ujarnya.
Pihak ITATS dan PPNS juga menyambut baik inisiatif kerja sama tersebut. Kedua institusi menilai bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, khususnya di bidang keselamatan dan kesehatan kerja yang memiliki peran strategis di berbagai sektor industri.
Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi tindak lanjut kerja sama yang diharapkan dapat segera direalisasikan dalam bentuk kolaborasi nyata, baik dalam pengembangan kurikulum, pertukaran pengalaman akademik, maupun peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi.
Melalui rangkaian studi banding dan kerja sama ini, IIKNU Tuban menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat fondasi Prodi K3 agar mampu menghasilkan lulusan yang unggul, kompeten, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di era global.
