Oleh: Ilham Bima Laqyuda

TUBAN, 03 Mei 2026 – Peringatan Hari Lahir (Harlah) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) ke-80 dan Pertemuan Ikatan Hajah Muslimat (IHM) NU se-Kabupaten Tuban yang digelar di Gedung Graha Sandya, Kecamatan Merakurak, menjadi momen bersejarah. Acara yang dihadiri oleh ribuan jemaah berseragam hijau khas NU ini tidak hanya diisi dengan pengajian akbar, tetapi juga menjadi saksi sinergi strategis antara dunia pendidikan dan organisasi kemasyarakatan.

Di pertengahan acara yang berlangsung khidmat tersebut, dilaksanakan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Tuban dengan pihak Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (IIKNU) Tuban.
Langkah proaktif ini merupakan wujud nyata dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diusung oleh IIKNU Tuban, khususnya pada pilar Pengabdian kepada Masyarakat. Kolaborasi ini difokuskan pada peningkatan taraf kesehatan para ibu di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Rektor IIKNU Tuban, Dr. H. Miftahul Munir, SKM., M.Kes., DIE, dalam sambutannya menegaskan pentingnya program kesehatan yang menyasar perempuan. Beliau memaparkan data bahwa 80 persen ibu-ibu memiliki risiko gangguan kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki, salah satunya adalah ancaman Kanker Serviks (Kanker Leher Rahim).
“Saat ini di Tuban banyak ibu-ibu yang menderita kanker leher rahim. Maka dari itu, kami (IIKNU) bersama Ibu Nyai Muslimat telah sepakat untuk melakukan program screening kesehatan secara bertahap di tiap Pimpinan Anak Cabang (PAC),” ungkap Dr. Miftahul Munir di hadapan ribuan jemaah.
Program ini melengkapi rekam jejak pengabdian IIKNU sebelumnya yang juga sukses menginisiasi program deteksi dini Tuberculosis (TB) Paru di tengah masyarakat Tuban. Selain itu, Rektor juga menyebutkan adanya program pendeteksian masalah kesehatan yang terintegrasi dengan BPJS bagi ibu-ibu Muslimat.
Lulusan Go International dan Program Umrah Gratis
Selain memaparkan program pengabdian masyarakat, Dr. Miftahul Munir juga membawa kabar membanggakan terkait kualitas lulusan IIKNU Tuban yang kini telah menembus panggung global. Keberhasilan mencetak tenaga kesehatan yang kompeten membuat banyak alumni IIKNU kini mengabdi di berbagai rumah sakit terkemuka di Timur Tengah.
“Sekarang lulusan kita ini sudah banyak yang (bekerja) di Rumah Sakit Madinah, sudah banyak di rumah sakit di Makkah, dan sudah banyak di Riyadh,” bangga beliau.
Pencapaian ini turut melahirkan program apresiasi luar biasa dari kampus berupa fasilitas umrah bagi orang tua alumni.
“Rata-rata bapak ibunya disuruh mengantar untuk umrah. Jadi programnya ini cukup panjenengan sekolahkan putra-putrinya di IIKNU, insyaallah panjenengan mangke umrahnya gratis, hajinya juga cepat karena berangkat dari sana (Arab Saudi),” tambah Rektor yang disambut antusiasme dan tepuk tangan para jemaah.
Khusyuknya Istigasah dan Tausiyah Agama

Selain agenda penandatanganan MoU dan pemaparan program kampus, acara ini juga diisi dengan pembacaan istigasah dan tahlil untuk mendoakan keselamatan bangsa. Puncak acara menghadirkan mauidah hasanah dari tokoh agama asal Sidoarjo, KH. Sholikhin Yusuf.
Melalui gaya ceramahnya yang jenaka dan diselingi lantunan syi’ir berbahasa Jawa, KH. Sholikhin Yusuf mengingatkan ribuan ibu-ibu yang hadir untuk senantiasa menjaga kewajiban agama, khususnya salat lima waktu dengan istikamah dan tuma’ninah.
Kemandirian organisasi Muslimat NU Tuban juga patut diapresiasi, terbukti dari total infak yang terkumpul pada acara tersebut mencapai Rp4.455.000. Sebelum ditutup, panitia mengumumkan bahwa pertemuan rutin IHM se-Kabupaten Tuban berikutnya akan diselenggarakan pada bulan Juli mendatang di PAC Muslimat NU Kecamatan Plumpang.
Sinergi yang terjalin erat melalui MoU ini diharapkan mampu membawa manfaat ganda; menjadikan mahasiswa IIKNU Tuban semakin adaptif dalam mengaplikasikan ilmu klinisnya di masyarakat, serta memberikan pendampingan kesehatan yang profesional bagi keluarga besar Muslimat NU Tuban.
